Gunung Sawal Harus Jadi Hutan Lindung

 

Gunung Sawal Harus Jadi Hutan Lindung 

 Gunung Sawal, sumber air warga Kabupaten Ciamis, harus dijadikan hutan lindung sehingga bisa menjadi daerah tangkapan air yang baik. Dengan hutan lindung yang terjaga kelestariannya, fluktuasi debit air sungai yang berhulu di gunung ini bisa terkendali.  Sehubungan dengan terjadinya penurunan debit air yang cukup drastis pada Sungai Cileueur. Selama ini sungai yang berhulu di Gunung Sawal dan menjadi sumber air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ciamis ini berdebit normal 120-130 meter kubik per detik. Pada kemarau ini sudah turun menjadi 70 meter per detik.

“Kalau hutan terjaga, debit air sungai di Ciamis tidak turun drastis ketika kemarau. Kemarau yang sedang terjadi saat ini selain mengakibatkan lahan pertanian mengering, juga menyebabkan kebutuhan air bersih masyarakat sulit terpenuhi. Masyarakat yang menjadi pelanggan PDAM pun harus rela menerima giliran kiriman air akibat menurunnya debit sumber air baku milik PDAM.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Ciamis, kemarau menyebabkan 3.160 hektar lahan sawah mengalami kekeringan ringan, 2.968 hektar sedang, 1.286 hektar berat, dan 501 hektar puso. Sementara luas sawah yang sedang terancam kekeringan seluas 5.595 hektar.

Akibatnya, produksi padi pun menurun. Produksi padi bulan Agustus hanya 89.757 ton jauh di bawah hasil produksi sebulan sebelumnya yang sebanyak 314.512 ton. 

Untuk menanggulangi kondisi ini Dinas Pertanian menyiapkan tujuh pompa air untuk dipakai petani menyedot air dari sumber-sumber air yang masih tersisa. Sementara untuk tahun depan Dinas Pertanian berencana mengusulkan pembuatan sumur pantek.

Kekeringan kemarau sekarang berdampak pula pada pelayanan PDAM Tirta Galuh Ciamis. Akibatnya, PDAM terpaksa menerapkan giliran kiriman air kepada pelanggannya meskipun kadang-kadang air yang diterima pelanggan sedikit kotor. Rata-rata giliran dilakukan dua hari sekali dengan durasi waktu yang bervariasi. Artinya, satu hari mendapat air, satu hari tidak, demikian seterusnya selama kemarau.

“Sebenarnya kalau debit Sungai Cileueur 120 liter per detik saja mampu melayani sekitar 12.000 pelanggan dengan catatan tingkat kebocoran air 20 persen. Namun, ini hal yang berat, apalagi jika tingkat kebocoran saat ini masih 40 persen. Sebab, sekitar 60 persen pipa saluran sudah berusia 30 tahunan,” kata Kepala Cabang PDAM Tirta Galuh Ciamis Otong Rusmana.

Salah satu upaya yang sedang dilakukan PDAM Tirta Galuh untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, terutama saat kemarau, lanjut Otong, ialah pembuatan instalasi baru yang mengambil air dari Sungai Citanduy dengan debit 100 liter per detik. Pada kondisi kemarau debit Sungai Citanduy 2.000 liter per detik. (adh

No comment »

Suaka Margasatwa Gunung Sawal

Suaka Margasatwa (SM) Gn Sawal yang
berada di Kabupaten Ciamis ternyata memiliki potensi yang besar tentang
adanya Elang Jawa, berdasarkan hasil penelitian dari YPAL ( Yayasan Pribumi
Alam Lestari ) dan Himbio UNPAD (Himpunan Mahasiswa Biologi Universitas
Pajajaran) tahun 1998 menyatakan telah melihat Elang Jawa, tengah terbang
di blok Mandalasari(Gn Sawal Utara), blok Curug Tujuh, Blok Ciwalen, Blok
Ciharus/Seda (Panjalu). Perkiraan jumlah antara 7-8 ekor dengan jumlah
pasangan 3-4 pasang.

Kemungkinan data tersebut akan berubah mengingat rentang yang telah cukup
yakni 6 tahun. Perubahan data tersebut kemungkinan cenderung meningkat,
mengingat semakin seringnya data perjumpaan dilaporkan ke Balai KSDA Jabar
II dari para Polisi Kehutanan yang tengah berpatroli rutin.

SM Gn Sawal ditunjuk sebagai kawasan konservasi dengan fungsi Suaka
Margasatwa dengan SK Menteri Pertanian No. 420/Kpts/Um/6/1979 tanggal 4
Juli 1979 dengan luas ± 5.400 Ha. Adapun pengertian Kawasan Hutan Suaka
Alam adalah hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok
sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta
ekosistemnya, yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga
kehidupan.

Secara geografis kawasan SM Gunung Sawal terletak antara 7°15’ LS dan
180°21’ BT Berdasarkan pembagian wilayah administratif pemerintahan,
kawasan ini berada dalam 7 (tujuh) wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan
Cipaku, Cikoneng, Cihaurbeuti, Panumbangan, Panjalu, Kawali dan Sadananya
yang berada dalam wilayah Kabupaten Ciamis, Propinsi Jawa Barat.

Kawasan SM Gunung Sawal mempunyai batas-batas sebagai berikut :

• Sebelah : Wilayah Kecamatan Panjalu dan sebagian
Utara Panumbangan dan Kawali
• Sebelah : Wilayah Kecamatan Cipaku dan sebagian Sadananya
Timur
• Sebela : Wilayah Kecamatan Cikoneng dan sebagian
Selatan Cihaurbeuti
• Sebela Barat : Wilayah Kecamatan Panumbangan dan sebagian
Cihaurbeuti
Habitat Elang Jawa

Elang Jawa paling sering dijumpai di ketinggian antara 500 m – 1500 m Diatas
Permukaan Laut (Dpl) dan di hutan alam (48 %) dari pada di hutan tanaman.

2

Click to buy NOW!
PDF-XChangewww.docu-track.com
Click to buy NOW!
PDF-XChangewww.docu-track.com
Kondisi ini sangat sesuai dengan keadaan Gn Sawal yang hampir seluruh
kawasannya merupakan hutan alam (± 95 %), sedangkan sebagian kecil secara
sporadis di bagian tepi terdapat hutan tanaman berupa pohon rasamala dan
pinus. Hutan alam di kawasan ini merupakan formasi hutan hujan tropis
pegunungan bawah atau Sub Montane Forest, dengan ketinggian antara 1.000
s/d 1.500 m dpl. Keadaan topografi lapangan SM Gunung Sawal umumnya
berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan puncak yang tertinggi adalah
Blok Karantenan (1.764 m dpl). Kemiringan lereng di bagian tengah di atas
30%, sedangkan di beberapa tempat di bagian tepi bervariasi antara 20 %
sampai 30%, merupakan Habitat yang ideal bagi pemangsa yang satu ini.

Elang Jawa menyukai pohon yang tinggi menjulang yang dapat digunakan
untuk mengincar mangsa ataupun sebagai sarang, tercatat bahwa Elang Jawa
membangun sarang di pohon Rasamala (Altingia excelsa), Lithocarpus dan
Quercus, Pinus (Pinus merkusii) Puspa (Schima wallichii), Kitambaga (Eugenia
cuprea), Pasang, Ki Sireum. Jenis pohon tersebut juga banyak dijumpai di Gn
Sawal. Jenis-jenis dominan antara lain Puspa (Schima walichii), Saninten
(Castanopsis agentea), Hantap (Sterculia sp), Jamuju (Podocarpus
imbricatus), Ipis kulit (Acmena acuminatissima), Manglid (Magnolia blumeii).
Umumnya sarang ditemukan di pohon yang tumbuh di lereng dengan
kemiringan sedang sampai curam pada ketinggian tempat diatas 800 m dpl,
dengan dasar lembah memiliki anak sungai. Hal ini berhubungan dengan
kesempatan memperoleh mangsa dan pemeliharaan keselamatan anak.

Kondisi tersebut diatas memang sesuai dengan kondisi Kawasan SM Gunung
Sawal yang merupakan daerah tangkapan dan resapan air (cachtment area)
dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Citanduy yang termasuk salah satu DAS kritis
di Jawa Barat. Terdapat ± 30 sungai dan anak sungai yang mengalir dan
bermuara di Sungai Citanduy, antara lain : Sungai Cibaruyan, Cimuntur,
Cileueur, Cihandeuleum, Cilopadang, Cigalugur, Ciwalen, Ciharus, Cijoho
Cibulan dll. Sumber-seumber air tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat di
sekitar kawasan sebagai sumber air bersih untuk keperluan rumah tangga,
pertanian, perikanan, irigasi dan PDAM.

Daya jelajah Elang Jawa sangat bervariasi antara 2 km2 – 20 km2 karena
berdasarkan survai yang dilakukan YPAL-HIMBIO UNPAD di Gn Jagat dengan
luas 1,26 km2 dijumpai 1 pasang Elang Jawa , sedangkan di CA Gn Simpang
dengan luas 150 Km2 dijumpai sekitar 6 pasang, dengan melihat data tersebut
dapat diketahui bahwa Elang Jawa memiliki daya adaptasi yang cukup baik.

Prilaku Elang Jawa

Rata rata burung pemangsa jarang beranak dan jumlah anaknya pun sangat
sedikit, demikian juga dengan Elang Jawa yang berbiak setiap 2 tahun sekali
dengan jumlah anak umumnya 1 ekor. Elang Jawa dapat berbiak pada umur
antara 3-4 tahun dengan masa mengerami 44-48 hari Musim kawin pada Elang
Jawa terjadi antara akhir bulan Januari hingga Mei,

3

Click to buy NOW!
PDF-XChangewww.docu-track.com
Click to buy NOW!
PDF-XChangewww.docu-track.com
Pada anak Elang Jawa umur 27-30 minggu atau 7 bulan telah dapat terbang
dan mulai belajar mematikan mangsa. Pada saat tersebut telah dapat
membuat 8 variasi suara sehingga dalam komunikasi telah dapat dilakukan
dengan baik.

Umumnya Elang Jawa memakan satwa yang mudah ditemukan seperti jenisjenis tupai (Callosciurus sp dan Tupai sp) dan burung-burung kecil lainnya.
Namun Elang Jawa juga tidak menolak jika ada anak kera ekor panjang
(Macaca fascucularis) dan jalarang (Ratufa bicolor). Selama ini juga Elang
Jawa tidak pernah terlihat mengejar mangsa di udara, hal ini di karenakan
ruas kaki Elang Jawa yang terlalu pendek sehingga tidak mampu menangkap
burung di udara.

Apa yang harus dilakukan bila menemukan Elang Jawa yang dipelihara,
ditangkap dan diperjualbelikan

SM Gn Sawal yang berada di Kab Ciamis ini hendaknya dijadikan kebanggaan
masyarakat Ciamis pada khususnya dan Jawa Barat pada umumnya. Oleh
karena itu diharapkan masyarakat selayaknya dan sepatutnya menjaga
kawasan tersebut demi kehidupan satwa langka yang konon simbol Negara
Indonesia. Dengan menjaga habitat Elang Jawa kita juga telah menjaga sistim
penyangga kehidupan masyarakat luas, baik masyarakat disekitar Gn Sawal
maupun masyarakat di sepanjang DAS Citanduy.

Masyarakat baik yang terdidik maupun tidak kadangkala masih saja
memelihara Elang Jawa, atau binatang dilindungi lainnya. Bagi mereka hal
tersebut merupakan kebanggaan ataupun kepuasan tersendiri, namun sayang
kebanggan dan kepuasan tersebut di ancaman dalam Undang-undang,
Ancaman tersebut tidak tanggung-tanggung seperti pada UU Nomor 5 tahun
1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistimnya, yang
secara jelas dan nyata bahwa menangkap, melukai, membunuh, menyimpan,
memiliki dan memperdagangkannya baik hidup, mati maupun bagian-bagian
tubuhnya saja dinyatakan dilarang dan diancam hukuman maksimal 5 tahun
penjara dan denda maksimal 100 juta rupiah.

Mengapa ancaman tersebut begitu tinggi?. Telah dijelaskan bahwa Elang
Jawa berkembangbiak sangat sedikit, selain itu Elang Jawa merupakan mata
ratai makanan yang tertinggi dengan demikian dapat dijadikan indikator bagi
kelestarian lingkungan. Maksudnya jika Elang Jawa berkurang atau punah
maka lingkungan telah mengalami kerusakan, sehingga kehidupan masyarakat
disekitar terancam karena daya dukung sistim penyangga kehidupan yang
menurun (longsor, banjir, kekeringan, iklim mikro yang buruk, musim yang
tidak menentu). Oleh karena itu keberadaan Elang Jawa sangat diperlukan
bagi keseimbangan alam. Yang paling utama adalah nilai kekayaan hayatinya
itu sendiri, ingat bila Elang Jawa punah akan bertambah satwa yang hilang
dari bumi Indonesia seperti Harimau Jawa dan Harimau Bali.

4

Click to buy NOW!
PDF-XChangewww.docu-track.com
Click to buy NOW!
PDF-XChangewww.docu-track.com
Oleh karena itu diharapkan masyarakat pro aktiv dalam menyelamatkan Elang
Jawa dan habitatnya. Upaya minimal adalah dengan melapor kepada petugas
Polisi Kehutanan Satuan Kerja Gn Sawal BKSDA Jabar II, atau Kepala Desa
setempat apabila terjadi pengrusakan hutan /habitat Elang Jawa ,
penangkapan, pemeliharaan maupun perdagangan Elang Jawa , atau membuat
sebuah Kelompok Penyelamat Elang Jawa karena di Kab Ciamis belum ada
yang bergerak dalam penyelamatan Elang Jawa . Dan kepada masyarakat yang
memelihara Elang Jawa diharapkan menyerahkannya kepada petugas Polisi
Kehutanan setempat.

Elang Jawa hasil dari penyerahan masyarakat tidak bisa langsung dilepaskan
ke alam begitu saja melainkan harus direhabilitasi terlebih dahulu di Pusat
Penyelamatan Satwa (PPS). Hal ini dilakukan untuk mencegah kematian Elang
Jawa itu sendiri mengingat Elang Jawa yang telah dipelihara oleh manusia
perlu beradaptasi kembali terhadap makanan aslinya, cara hidup di alam, berreproduksi, dan mengenal habitatnya.

Dengan sadarnya masyarakat akan penyelamatan Elang Jawa diharapkan
keberadaan Elang Jawa di Gn Sawal Kabupaten Ciamis akan lestari, sehingga
pesona Elang Jawa dari Gn Sawal tidak hilang ditelan masa. Jadi bagi Polisi
Kehutanan seperti kami peluh, lelah, terik matahari kadang-kadang rasa lapar
juga mencoba menghampiri namun semua itu akan terobati bila kami melihat
kepakan sayap, lengkingan Elang Jawa tanda kebesaran_Nya.

Ciamis, Juni 2004
Penulis,

ARDI ANDONO, STP
NIP. 710 033 196

No comment »

EMPAT GOLONGAN LAKI-LAKI YANG DITARIK WANITA

 

 

 

 Di akhirat nanti ada 4 golongan lelaki yg akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yg tidak memberikan hak kpd wanita dan tidak menjaga amanah itu. Mereka ialah:1. Ayahnya

Apabila seseorang yg bergelar ayah tidak mempedulikan
anak2 perempuannya didunia. Dia tidak memberikan
segala keperluan agama seperti mengajar solat,mengaji
dan sebagainya Dia membiarkan anak2 perempuannya tidak
menutup aurat. Tidak cukup kalau dgn hanya memberi
kemewahan dunia sahaja. Maka dia akan ditarik ke
neraka oleh anaknya.

(p/s; Duhai lelaki yg bergelar ayah, bagaimanakah hal
keadaan anak perempuanmu sekarang?. Adakah kau
mengajarnya bersolat & saum?..menutup aurat?..
pengetahuan agama?.. Jika tidak cukup salah satunya,
maka bersedialah utk menjadi bahan bakar neraka
jahannam.)

2. Suaminya

Apabila sang suami tidak mempedulikan tindak tanduk
isterinya. Bergaul! bebas di pejabat, memperhiaskan
diri bukan utk suami tapi utk pandangan kaum lelaki yg
bukan mahram. Apabila suami mendiam diri walaupun
seorang yg alim dimana solatnya tidak pernah
bertangguh, saumnya tidak tinggal, maka dia
akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dlm
neraka.

(p/s; Duhai lelaki yg bergelar suami, bagaimanakah hal
keadaan isteri tercintamu sekarang?. Dimanakah dia?
Bagaimana akhlaknya? Jika tidak kau menjaganya
mengikut ketetapan syari’at, maka terimalah hakikat yg
kau akan
sehidup semati bersamanya di ‘taman’ neraka sana .)

3. Abang-abangnya

Apabila ayahnya sudah tiada,tanggungjawab menjaga
maruah wanita jatuh ke bahu abang-abangnya dan saudara
lelakinya. Jikalau mereka hanya mementingkan
keluarganya sahaja dan adiknya dibiar melencong dari
ajaran Islam,tunggulah tarikan adiknya di akhirat
kelak.

(p/s; Duhai lelaki yg mempunyai adik perempuan, jgn
hanya menjaga amalmu, dan jgn ingat kau terlepas…
kau juga akan dipertanggungjawabk an diakhirat
kelak…jika membiarkan adikmu bergelumang dgn
maksiat… dan tidak menutup aurat.)

4. Anak2 lelakinya

Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu
perihal kelakuan yg haram disisi Islam. bila ibu
membuat kemungkaran mengumpat, memfitnah, mengata
dan sebagainya.. .maka anak itu akan disoal dan
dipertanggungjawabk an di akhirat kelak….dan nantikan
tarikan ibunya ke neraka.

(p/s; Duhai anak2 lelaki…. sayangilah ibumu….
nasihatilah dia jika tersalah atau terlupa…. krn ibu
juga insan biasa… x lepas dr melakukan dosa…
selamatkanlah dia dr menjadi ‘kayu api’ neraka….jika
tidak, kau juga akan ditarik menjadi penemannya.)
………… ……… ……… . ………
Lihatlah…. .betapa hebatnya tarikan wanita bukan
sahaja di dunia malah diakhirat pun tarikannya begitu
hebat. Maka kaum lelaki yg bergelar ayah/suami/abang
atau anak harus memainkan peranan mereka.

Firman Allah S.W.T;

“Hai anak Adam, peliharalah diri kamu serta ahlimu
dari api neraka dimana bahan bakarnya ialah manusia,
jin dan batu-batu… .”

 

 

No comment »

KIsah Terjadinya Situ Lengkong

Nama Panjalu pada masa lalu merupakan nama sebuah kerajaan yang diperintah secara turun temurun dari mulai Rangga Gumilang sapai dengan Dalem Cakranagara III.

Panjalu pada masa sekarang merupakan nama sebuah kecamatan yang berada di sebelah utara kab Ciamis.Kota kecil ini telah banyak menyimpan berbagai cerita menarik dan dipelihara baik secara lisan maupun tertulis yakni dari cerita rakyat maupun Babad.

Salah satu kisah kerajaan Panjaru diawali dari kisah Ratu Permanadikusumah,seorang Raja Galuh yang menyerahkan tahtanya pada pembantunya yang bernama Bondan.Kemudian pergi bertapa ke Gunung Padang dan berubah nama menjadi Pendeta Ki Anjar Sukaresi,dan bergelar Batara Babar Buana.Ia mempunyai 3 orang putri salah satunya Ratu Permana Dewi yang dinikahi oleh Rangga Gumilang yang menjai Raja di Panjalu. dari hasil perkawinan itu lahirlah Lembu Sampulur yang kemudian menggantikan kedudukan ayahnya.Lembu Sampulur berputra Cakradewa,ia mempunyai keraton di Dayeuh Luhur. Prabu Cakradewa menikah dengan Ratu Sari Kidang Pananjung yang berputra 6 orang 1.Sanghyang Lembu Sampulur II menjadi Raja di Sumedang, 2. Sanghyang Borosngora menajdi Raja Panjalu, 3. Sanghyang Panji barani, 4. Sanghyang Anggarunting Larang menjadi raja di Bogor,5. Ratu Mamprang Atas ( Mamparng Kencana ) 6.Ratu pundut Agung.

Dikisahkan Parbu Muda bernama Sanghyang Borosngora naik Tahta di kerajaan Panjalu hingga menjadi Raja yang tangguh,Arif dan bijaksana sehingga menjadi negri yang aman dan sentosa dan rakyatnya makmur.

selama menjadi raja Borosngora mebangun sebuah danau/setu yang cukup besar demi kesejahteraan Rakyatnya yang sekarang disebut SETU LENGKONG yang ditengah - tengahnya terdapat nusa /pulau .

Comments (1) »